Sumbangsih Orang Gila Dalam Merubah Jaman

Antara Mitos dan fakta bahwa Menjadi orang waras itu adalah beban tapi menjadi orang gila itu adalah bahagia… Kita perlu yang namanya gila karenanya kita bebas melakukan apa saja yang kita inginkan… Bahkan menjadi orang gila kita tidak perlu yang namanya aturan,, pendidikan atau biaya seperpun, Karena gila itu simpel cukup memikirkan menjadi gila saja […]

Sumbangsih orang gila dalam merubah jaman

Sumbangsih orang gila dalam merubah jaman

Antara Mitos dan fakta bahwa Menjadi orang waras itu adalah beban tapi menjadi orang gila itu adalah bahagia… Kita perlu yang namanya gila karenanya kita bebas melakukan apa saja yang kita inginkan… Bahkan menjadi orang gila kita tidak perlu yang namanya aturan,, pendidikan atau biaya seperpun, Karena gila itu simpel cukup memikirkan menjadi gila saja dan melepaskan semua keterikatan kita dengan keluarga, teman, pacar, pekerjaan atau ikatan perkawinan.. Bahkan menjadi orang gila bisa melepaskan kita yg sedang galaunya berabad-abad.

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang gila itu adalah penyakit sosial, Kata gila dalam KBBI bisa bermakna sebagai berikut:


a.gangguan jiwa; sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal)
b) tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yang bukan-bukan (tidak masuk akal
c) terlalu; kurang ajar (dipakai sebagai kata seru, kata afektif)
d) ungkapan kagum (hebat)
e) terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang),
f) tidak masuk akal.

diliat dari semua definisi di atas bahwa penulis menyimpulkan kata gila adalah penyakit jiwa. Menurut kebanyakan manusia moderen bahwa orang gila itu sumber penyakit non fisik yang artinya merusakan tatanan sosial, mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar lingkungan, dan merusak fasilitas pribadi maupun umum.
Tapi disisi lain tanpa kita sadari bahwa orang gila telah melakukan begitu banyak perubahan, memberi kontribusi dalam perkembangan dunia Salah satu contoh dari segi internet yaitu medsos.. Ada beberapa aplikasi yang didesain oleh orang gila atau khusus untuk orang gila.

Yang pertama itu adalah Facebook…. Siapa yg nda kenal namanya Mark dia telah memberikan sebuah sumbangsih kepada dunia. Yg menciptakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan jarak yang jauh, mengirim pesan, melihat gambar atau mengpload video. Awalnya sebelum fb diciptakan Mark telah membuat website guna untuk mengpload foto wanita telanjang yg pernah iya cintai lantaran kecewa. Melihat banyaknya pengunjung di webnya dan berpikir untuk mengembangkan lagi webnya sehingga menjadi aplikasi yg kita nikmati sekarang.

Dilihat dari latar cerita, Mark telah membuat kegilaan yg melebihi batas yg wajar…dia telah melanggar moral dan mempermalukan seorang wanita yg iya cintai lantaran kecewa, Dari kegilaan ini Mark telah memberikan banyak konstribusi terhadap jaman.

Bukan hanya fb saja atar dasar dari kegilaan ini namun, Ada banyak aplikasi kumpulan untuk orang-orang gila antara lain Youtube: contohnya si Atta Halilintar=dia adalah orang gila pertama yg membuat konten prank.

twiter : kumpulan orang gila yg saling menghujat antara satu dengan yang lain atas dasar tak sependapat. Instagram: aplikasi ini menghimpun orang gila yang memamerkan tampilan fisik yg tak senonoh.

Cocofun adalah penghimpun orang gila yg melontarkan kata yg tidak diajarkan oleh orang tua. Tik tok: adalah kumpulan orang yg paling gila dengan menunjukkan gerak-gerak yang tak masuk akal.

Siapakah sesungguhnya orang gila..? Orang waras yg gila atau orang gila biasa…? Tapi penulis yakin bahwa pembaca akan memilih orang waras yg paling gila atau mungkin pembaca akan memilih saya karena menulis tentang orang gila. Dari hasil data yang di telusuri, penulis pengemukakan bahwa sebagian orang gila itu sukses dan memperkaya diri dari hasil kreatifitasnya dan disisi lain banyak sekali orang waras menjadi gila karena menikmati hasil karya orang gila, tapi apakah kita semua sadar bahwa orang gila sudah memberi banyak perubahan besar terhadap dunia….!!

Penulis mengajak pembaca melihat sisi lain dari sifat gila karena apa yng kita benci belum tentu itu buruk.
Apakah ada yang berminat menjadi orang gila…? Jangan lupa tinggalkan pesan ya

PILKADA SERENTAK 2020

Oleh : Muhammad Fadilah

Sebelum tahun 2005, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pilkada. Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005, dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pilkada dimasukkan dalam rezim pemilu, sehingga secara resmi bernama Pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pemilukada. Pemilihan kepala daerah pertama yang diselenggarakan berdasarkan undang-undang ini adalah Pilkada DKI Jakarta 2007.

Pada tahun 2011, terbit undang-undang baru mengenai penyelenggara pemilihan umum yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011. Di dalam undang-undang ini, istilah yang digunakan adalah Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.
Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, peserta pilkada adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Ketentuan ini diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa peserta pilkada juga dapat berasal dari pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Undang-undang ini menindaklanjuti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan beberapa pasal menyangkut peserta Pilkada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.

Pertanyaannya adalah, apakah PILKADA serentak 2020 hanya memberikan harapan atau kenyataan untuk warga negara.?

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).

Dahulu pada zaman Yunani kuno, politik itu merupakan cara “bermain” yang dilakukan penguasa bersama antek anteknya untuk mengelabui rakyatnya. Tiada hari tanpa orasi “kelabu” yang dicekokkan kepada masyarakatnya agar meyakini narasi yang disampaikan rezim, sehingga rakyat menerima dengan lapang dada “pembenaran” sepihak tersebut.

Politik adalah cara seseorang mengendalikan pikiran, bagaimana menanggapi hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Politik belum tentu menjamin kehidupan itu akan tentram, justru banyak dari kalangan ahli politik itu berakhir dengan keterpurukan.

Berbicara dinamika politik itu berbicara tentang pergerakan, pergulatan, persaingan yang terjadi pada beberapa kelompok maupun antar individual. Ini merupakan saat mebangun pola pikir dan melancarkan serangan, mulai dari pelancaran isu-isu positive maupun isu-isu negativnya hingga pada puncak klimaks pergulatan.

Dibarengi dengan realitas poltik saat Ini di hampir semua negara, selalu ada intrik baru yang lahir, juga dengan pengantar kata-kata yang berseberangan dengan realitas. Dengan kata lain, cara cara rezim itu selalu berulang, tidak pernah benar benar meninggalkan sejarah masa lalu yang kelam
Politik tidak hanya milik pusat kekuasaan, tetapi sudah menjalar pada bagian yang lebih majemuk. Ini dapat kita lihat bahwa cara berfikir yang sama untuk memperoleh kekuasaan itu hanya dengan politisasi. Bukan lagi persaingan berdasar pada kemampuan. Walaupun tidak semua bermakna negatif, tentu saja, memungkinkan menjadi seni mendeskripsikan betapa alunan nada merupakan harmonisasi berbagai kepentingan dikelola secara apik dan melahirkan irama yang “menina-bobokkan” tanpa pernah menyadari bahwa hakekatnya mereka telah dibuai janji janji manis.

Sudah kita ketahu bersama, dalam berpolitik itu bebas melakukan apapun. Tanpa kita sadari segala cara bisa dilakukan dalam berpolitik bebas, tidak memandang apakah itu kawan baik kita yang harus kita jatuhkan, apakah itu orang terdekat kita. Jika harus mengorbankan itu semua, mereka siap untuk melakukan apapun demi tercapainya target ataupun keinginan mereka. Halal dan haramnya tidak diperhatikan selama niat mereka tetap ada dan target mereka terpenuhi.

Orang yang biasa melakukan politik dengan kebebasan adalah para penguasa, dengan kekuasaan mereka bisa melakukan apapun. Bahkan amanah dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya sering kali disalahgunakan oleh mereka. Mereka sering kali berpolitik hanya untuk mencari keuntungan sendiri dan kelompok tertentu. Tidak sedikit yang mengacuhkan rakyat kecil, tidak peduli dengan kesengsaraan dan penindasan yang terjadi. Karena mereka berpolitik hanya untuk mempertahankan diri sendiri.

Tidak sedikit yang kita lihat akhirnya dari hasil politik yang kita lakukan, ada yang terpecah belah karena beda pilihan dan pandangan, ada yang saling menjatuhkan, ada yang mengklaim diri ini yang benar dan itu yang salah. Semuanya terjadi karena politik adalah mempengaruhi kehidupan manusia yang dari awal memang bertujuan untuk merubah apapun dari kehidupan.

Momentum seperti ini adalah momen yang sangat ditunggu oleh para elit politik, janji-janji akan dislogankan dalam kampanyenya. Rakyat biasa yang tidak tau apapun akan tetap tertindas dan ditipu. Kebohongan akan menjadi program janji, giliran ada pribumi yang menangis di pelosok negeri, ditindas oleh tirani, mereka sibuk mencari dan memperbanyak koalisi bukan solusi.

Jangan heran ketika rakyat tak lagi betah dengan segala kebijakan pemerintah, itu karena keadilan, kebebasan, kesejahteraan diikat oleh kuasa tirani. Mereka tak lagi percaya dengan pemerintah. Pemerintah yang melintah, rakyat terus dikebiri, pribumi diinjak-injak, harga diri tak diperduli, ibu Pertiwi menangis bagai teriris.

Pilkada adalah momen harapan, harapan yang terus digantung tanpa ada kenyataan. Pilkada menjadikan rakyat percaya bahwa keadilan mungkin akan dikabulkan lewat jalan ini. Namun setelah rakyat memilih, setelah mereka terpilih, ujung-ujungnya mengasihi karena memilih-milih.

Satu golongan yang akan tetap jaya, satu kelompok yang akan tetap makmur, satu elit yang akan tetap beskuasa. Hingga jalan lain adalah penderitaan untuk rakyat.

Kenyataannya setelah pilkada adalah mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi, entah keadilan yang ditegakkan, atau kejoliman yang tetap berkuasa. Karena demokrasi yang kita percayai tidak akan mampu memberikan apa-apa yang menjadi hak dan kebutuhan untuk rakyatnya.

Slogan demokrasi “dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat”, itu adalah slogan sampah dari penguasa. Dari rakyat untuk penguasa.

PILKADA BIMA

Tiga kandidat yang bertarung di ajang pilkada Bima kali ini, masing-masing memberikan nuansa tersendiri.

Siapa yang benar-benar serius dalam membangun bima ini. Diantara 3 kandidat yang hadir, 2 diantaranya adalah petahana yang pernah menyempatkan diri dalam mengambil alih posisi terbaik di Bima. Sedangkan satu pasangan lain, merupakan warna baru yg hadir sebagai penantang yg ingin masuk mengambil alih kekuasaan.

Paslon no 3 hadir dengan misi ingin melanjutkan perjalanan kekuasaan yg dipegang selama 5 tahun ini, dengan slogan dua periode ingin menghadirkan kembali kepercayaan masyarakat dalam pilkada kali ini. Entah keberhasilan atau memang terpuruk, periode pertama bisa di nilai berapa kontribusi untuk Bima ini.

Bisa kita nilai, apakah BUMD miskin produktivitas, berapa benih bantuan untuk petani, mulai dari benih jagung sampai pada benih bawang busuk atau siluman, berapa harga pupuk yang sampai ketangan petani, apakah dijual berdasarkan het atau merugikan petani, gonjal ganjil kasus kriminal, KKN meningkatkan. Banyak cacatan suram dibenak masyarakat.

Paslon no 2 merupakan sisa petahana, banyak cacatan tersendiri, apa kontribusi untuk Bima, berapa banyak perubahan, sejauh mana pembangunan bisa diterapkan.

Paslon no 1 merupakan wajah baru yang berani tampil dipertarungan kali ini, dengan pandangan kearah perubahan dalam visi misinya. Melawan dua petahana yg pernah berkuasa.

Alih-alih kepercayaan masyarakat Bima di uji, apakah pengalihan arus kekuasaan bisa terjadi atau memang masih pada wajah yg sama.

Pilkada serentak
Pandai memilih dan memilah
Siapa yang rekam jejaknya bagus????

Ayooo Komitmen

Makanan Malam Hari yang Sehat

Terkadang, memasak terasa seperti tugas berat di penghujung hari yang sibuk. Sering kali ada godaan untuk sekadar memasukkan makanan siap saji ke dalam oven atau membungkus makanan dari restoran. Tetapi menyiapkan makanan yang sederhana dan sehat untuk keluarga tidak harus sulit atau menyita waktu. Berikut beberapa hidangan cepat saji sehat yang akan Anda dan keluarga Anda sukai. Hidangan berikut bahkan dapat disiapkan sebelumnya.

Sarapan di Rumah saya

Di hari kerja kita sering keluar dari rumah dengan kopi di satu tangan dan sepotong roti panggang di tangan lainnya, tetapi di akhir pekan, sarapan selalu lebih santai. Segala sesuatu berjalan lebih lambat. Terkadang sudah dekat ke waktu makan siang, dengan banyak selingan bacaan dan perbincangan saat menyantap buah-buahan, telur rebus, madu, dan roti panggang. Salah satu hidangan favorit yang ingin kami sajikan untuk teman yang berkunjung adalah panekuk soba dengan blueberry.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai